Showing posts with label Nutrisi. Show all posts
Showing posts with label Nutrisi. Show all posts
Friday, December 4, 2015
Cherry juice Bantu more restful sleep
Nearly half the world's population assessed have experienced insomnia or sleep disorders in their lives. Either settled or bobbing due to lifestyle and life pressures that cause stress.
Researchers have revealed a variety of ways to overcome them, but not all effective ways for each person. Well, if you have not found a solution for reducing sleep disorders, this new method can be tried.
Chamomile tea is indeed efficacious as a bedtime good, but let's drink the rest.
Therefore, the study presented at the Experimental Biology agenda found that drinking cherry juice twice a day can help you sleep 90 minutes longer each night. Thus assessed could be a solution to overcome the problem of lack of sleep.
Researchers from Louisiana State University have analyzed seven adults with acute insomnia. They were asked to drink 8 ounces of cherry juice twice a day for two weeks.
Then two weeks later they were given juice altogether. And two weeks later they were asked to drink a placebo.
Compared with placebo, drinking cherry juice makes respondents sleeping 84 minutes longer each night.
Cherry juice is a natural source of the hormone melatonin (duty to give drowsiness) and cycle the amino acid tryptophan, said study author Frank L. Greenway, who works as the director of the outpatient clinic at the Pennington Biomedical Research Center at LSU.
"Proanthocyanidins or ruby red pigment in cherry juice, contain enzymes that can reduce inflammation and reduce the damage of tryptophan in the body," he continued.
Greenway estimated that about half of American adults over age 65 have insomnia, defined as difficulty sleeping more than three nights per week.
He believes cherry juice is a safe way to improve sleep quality than medicine, considering the lack of side effects.
"Giving a sleeping pill in elderly people potentially increase health risks, namely the possibility of unconscious self, which eventually led to falls and fractures require surgery," he explains.
Not a fan of cherry juice? You could also try kiwi. Eating two kiwifruit one hour before bedtime shown to improve sleep time by 13 percent and reduce the possibility of waking up in the middle of the night by 29 percent after taking a routine for 4 weeks.
Or serve just seaweed to your dinner. Sea vegetables are high in omega-3 DHA is considered able to help children get an extra hour of sleep, according to the University of Oxford.
Friday, November 20, 2015
Children characteristic Unhealthy Snacks
Many children remain snack at random despite having sung the provision by a parent or no snacks in the school cafeteria. In fact, snacks outside the school has not guaranteed the safety and cleanliness.
Therefore, parents and teachers should provide information to the child how to choose healthy snacks.
Chairman of the Nutrition and Health Research Center of the University of Indonesia Ahmad Shafiq Snacks reveals how to recognize child healthy and unhealthy.
"Snacks healthier it is not contaminated, it is not physically damaged, and the safety of chemical hazards," said Shafiq on the sidelines of the Movement Nusantara Frisian Flag Indonesia (FFI) in SD Bubutan IV, Surabaya, East Java, on Wednesday (18/11 / 2015).
In the book described the Archipelago Movement nutrition education, the characteristics of unhealthy snacks include food colors too flashy, it feels very snappy, for example, very tasteful and there was a bitter taste.
In terms of hygiene, food is stored in the open, dusty, and many flies. The food is also just wrapped in scrap paper or newspaper. While its shape can be very chewy, hard, charred, and smell less tasty.
The criteria for healthy food, that is safe from physical harm, such as free of dust, sand, hair, and nails. The second criterion, namely, safety of chemicals. For example, do not use preservatives, colorings, and flavorings excessive or not the recommended dosage. Then, the food is also stored in a clean, odorless, and the packaging is not damaged.
As a result of the consumption of unhealthy snacks, children can experience health problems such as dizziness, nausea, vomiting, diarrhea, constipation, to have an impact on impaired concentration in school.
To that end, the program also makes the Archipelago Movement Healthy Canteen at school and in collaboration with the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM).
Moreover, children in elementary school are also given education about balanced nutrition. "The knowledge gained essential nutrients so that children can choose healthy foods," said Shafiq.
Many children remain snack at random despite having sung the provision by a parent or no snacks in the school cafeteria. In fact, snacks o...
Thursday, November 19, 2015
4 Pengganti Gula Bagi Anda Yang Menderita Diabetes
Begitu banyak pemanis buatan atau pengganti gula di pasaran. Apa
yang salah dengan gula sehingga perlu pengganti? "Dengan 15 kalori/sdt, tidak ada yang bisa disebut sebagai jumlah yang
moderat untuk gula," kata Lona Sandon, R.D., asisten profesor nutrisi
klinis University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas.
Kurang lebih 25 persen kalori harian kita berasal dari gula di dalam kue, sereal, dan kecap, kata Lona.
Untuk memuaskan keinginan Anda terhadap makanan dan minuman manis, terutama jika Anda perlu membatasi kalori, karbohidrat atau penderita diabetes, di bawah ini ada pengganti gula yang mungkin bisa pertimbangkan:
SWEETLEAF DAN TRUVIA
SWEETLEAF DAN TRUVIA adalah alternatif gula yang terbuat dari semacam bahan herbal yang ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan. Rasanya 40 kali lebih manis dari gula tapi nol kalori dan tidak membuat gula darah melonjak.
"Truvia salah satu pengganti gula yang paling menjanjikan. Sampai saat ini, penggunaannya masih aman-aman saja. Rasanya seperti gula dengan indeka glikemik hampir nol. Berarti kadar gula darah Anda akan tetap terjaga," kata ahli nutrisi dan penulis buku The Healthiest Meals on Earth, Jonny Bowden, Ph.D.
WHEY LOW
Terdapa tiga jenis gula yang membentuk Whey Low ini yakni fruktosa (gula natural dalam buah dan sayur), sukrosa (gula pasir) dan luktosa (gula susu), bersama-sama ketiganya membentuk pemanis whey-low ini.
Jika berdiri sendiri, sukrosa dan laktosa penuh dengan kalori. Jika digabung bersama fruktosa, mereka akan bersenyawa menjadi pemanis yang tidak sepenuhnya bisa diserap oleh tubuh. Hasilnya, hanya empat kalori persatu sendok teh.
Indeks glikemik whey low kurang dari sepertiga yang dimiliki gula biasa . Pemanis yang serupa whey low ada juga yaitu gula granular sugar, brown sugar, gula maple dan confectioners sugar.
"Pembuat whey low pernah berkata, interaksi tiga jenis gula itu menghasilkan rasa manis yang penuh tapi lebih sedikit kalori. Kami telah mengujinya dan nampaknya ini menjanjikan," kata Thomas Castonguay, Ph.D., profesor ilmu makanan di University of Maryland in College Park.
XYLITOL
Ini adalah gula alkohol natural dan dapat ditemukan di buah beri dan jagung. Xylitol hanya memiliki 9 kalori dalam sendok teh dan indeks glikemik lebih rendah dari gula biasa.
Xylitol berfungsi juga untuk mencegah bakteri penyebab plak melekat di gigi sehingga mencegah kerusakan gigi. Tapi jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak bisa menyebabkan sakit perut, kembung dan diare.
Menurut Bowden, xylitol tidak bisa sepenuhnya dicerna, itu sebabnya pemanis ini dapat menjaga kadar gula darah tetap normal.
AGAVE NECTAR
Agave adalah tumbuhan yang dipakai untuk membuat minuman tequila. Beberapa jenis agave dicampur dan jadilah pemanis cair ini.
Manfaat agave nectar masih diperdebatkan. Agave nectar tidak membuat gula darah melonjak drastic, tapi kalorinya lebih banyak dari gula biasa yaitu 20 kalori per satu sendok teh.
Ada juga ahli yang masih ragu akan kandungan fruktosanya, apakah sama dengan yang di dalam high fructose corn syrup (HFCS), yang terbukti menyebabkan meningkatnya angka obesitas.
Batasannya adalah, kita semua dapat mengonsumsi sedikit pemanis dalam keseharian kita. Tapi jika Anda mengonsumsi terlalu banyak kue atau snack, sekalipun makanan itu memakai pengganti gula, Anda tetap berisiko yang mengonsumsi makanan olahan yang tidak baik untuk kesehatan.
Yang jelas, pengganti gula bukanlah pengganti makanan sehat, jelas Sandon.
Kurang lebih 25 persen kalori harian kita berasal dari gula di dalam kue, sereal, dan kecap, kata Lona.
Untuk memuaskan keinginan Anda terhadap makanan dan minuman manis, terutama jika Anda perlu membatasi kalori, karbohidrat atau penderita diabetes, di bawah ini ada pengganti gula yang mungkin bisa pertimbangkan:
SWEETLEAF DAN TRUVIA
SWEETLEAF DAN TRUVIA adalah alternatif gula yang terbuat dari semacam bahan herbal yang ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan. Rasanya 40 kali lebih manis dari gula tapi nol kalori dan tidak membuat gula darah melonjak.
"Truvia salah satu pengganti gula yang paling menjanjikan. Sampai saat ini, penggunaannya masih aman-aman saja. Rasanya seperti gula dengan indeka glikemik hampir nol. Berarti kadar gula darah Anda akan tetap terjaga," kata ahli nutrisi dan penulis buku The Healthiest Meals on Earth, Jonny Bowden, Ph.D.
WHEY LOW
Terdapa tiga jenis gula yang membentuk Whey Low ini yakni fruktosa (gula natural dalam buah dan sayur), sukrosa (gula pasir) dan luktosa (gula susu), bersama-sama ketiganya membentuk pemanis whey-low ini.
Jika berdiri sendiri, sukrosa dan laktosa penuh dengan kalori. Jika digabung bersama fruktosa, mereka akan bersenyawa menjadi pemanis yang tidak sepenuhnya bisa diserap oleh tubuh. Hasilnya, hanya empat kalori persatu sendok teh.
Indeks glikemik whey low kurang dari sepertiga yang dimiliki gula biasa . Pemanis yang serupa whey low ada juga yaitu gula granular sugar, brown sugar, gula maple dan confectioners sugar.
"Pembuat whey low pernah berkata, interaksi tiga jenis gula itu menghasilkan rasa manis yang penuh tapi lebih sedikit kalori. Kami telah mengujinya dan nampaknya ini menjanjikan," kata Thomas Castonguay, Ph.D., profesor ilmu makanan di University of Maryland in College Park.
XYLITOL
Ini adalah gula alkohol natural dan dapat ditemukan di buah beri dan jagung. Xylitol hanya memiliki 9 kalori dalam sendok teh dan indeks glikemik lebih rendah dari gula biasa.
Xylitol berfungsi juga untuk mencegah bakteri penyebab plak melekat di gigi sehingga mencegah kerusakan gigi. Tapi jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak bisa menyebabkan sakit perut, kembung dan diare.
Menurut Bowden, xylitol tidak bisa sepenuhnya dicerna, itu sebabnya pemanis ini dapat menjaga kadar gula darah tetap normal.
AGAVE NECTAR
Agave adalah tumbuhan yang dipakai untuk membuat minuman tequila. Beberapa jenis agave dicampur dan jadilah pemanis cair ini.
Manfaat agave nectar masih diperdebatkan. Agave nectar tidak membuat gula darah melonjak drastic, tapi kalorinya lebih banyak dari gula biasa yaitu 20 kalori per satu sendok teh.
Ada juga ahli yang masih ragu akan kandungan fruktosanya, apakah sama dengan yang di dalam high fructose corn syrup (HFCS), yang terbukti menyebabkan meningkatnya angka obesitas.
Batasannya adalah, kita semua dapat mengonsumsi sedikit pemanis dalam keseharian kita. Tapi jika Anda mengonsumsi terlalu banyak kue atau snack, sekalipun makanan itu memakai pengganti gula, Anda tetap berisiko yang mengonsumsi makanan olahan yang tidak baik untuk kesehatan.
Yang jelas, pengganti gula bukanlah pengganti makanan sehat, jelas Sandon.
Begitu banyak pemanis buatan atau pengganti gula di pasaran. Apa yang salah dengan gula sehingga perlu pengganti? "Dengan 15 kalori/sd...
Tuesday, November 17, 2015
Deiet Ala Era Ratu Victoria
Masyarakat di era pertengahan Victoria, antara tahun 1850 dan 1872 disebut masyarakat masa emas nutrisi. Para peneliti berhasil mengungkap pola makan apa yang dimiliki masyarakat pada era tersebut.
Dr. Judith Rowbotham, Ilmuwan dari University of Playmouth menulis penelitian bersama Dr Paul Clayton, dari Institute of Food, Brain and Behavior tentang nutrisi era Ratu Victoria itu.
Rowbotham menjelaskan masyarakat lebih sehat dengan sistem kekebalan tubuh lebih kuat hidup di era Victoria kendati mereka mengonsumsi hampir 5.000 kalori dalam sehari.
Peneliti menemukan makanan di era itu kaya akan sayur, makan roti gandum utuh dengan ragi yang memperbaiki sistem kekebalan tubuh, lebih sedikit asupan alkohol dan jauh dari gula. Semua itu menghasilkan tubuh lebih sehat.
Dr Rowbotham mengatakan,"Mereka makan bawang, selada air, kubis, bit, artichoke, apel." Untuk buah, orang-orang miskin di era itu banyak makan ceri yang murah meriah.
Mereka makan daging dari tulang dan merebus tulang untuk mendapat semua nutrisi. Selain itu asupan protein didapat dari ikan herring, mackerel dan cod. Sedangkan roti yang dimakan mengandung ragi yang bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh.
Makanan lain yang lazim dimakan orang di jaman Victoria apel, ceri dan plum. Kentang dan potongan besar daging adalah barang mewah bagi orang kalangan bawah sehingga jarang dikonsumsi. Gula adalah kemewahan yang dimakan hanya oleh orang kaya.
Masyarakat kelas pekerja jaman Victoria tidak merokok atau pun minum alkohol, kecuali bir yang kaya ragi. Rowbotham menyarankan kita untuk kembali ke pola era Victoria, yaitu makan masakan rumah daripada makanan jadi.
Kita harus sadar pentingnya makan buah dan sayur yang membuat masyarakat jaman Victoria lebih sehat dan panjang umur dibandingkan orang di jaman sekarang.
Masyarakat di era pertengahan Victoria, antara tahun 1850 dan 1872 disebut masyarakat masa emas nutrisi. Para peneliti berhasil mengung...
Monday, November 16, 2015
5 Efek Negatif Dari Minuman Bersoda
Kita tahu bahwa soda tidak baik untuk kesehatan, tapi sulit untuk berhenti mengonsumsinya.
Namun, fakta-fakta ini akan membantu memutuskan hubungan anda dengan soda.
1. Membangun Tumpukan Lemak di Sekitar Organ Tubuh
Kita berbicara lemak berbahaya yang sulit untuk dideteksi dengan mata telanjang, yang berarti Anda mungkin tidak tahu sedang ada di dalam bahaya, karena Anda tidak melihat perubahan apapun pada tubuh Anda.
Peneliti Denmark melakukan penelitian tentang efek para naracoba meminum soda manis, susu yang mengandung jumlah kalori yang sama seperti soda, soda diet, dan air putih setiap hari selama enam bulan.
Hasilnya, jumlah lemak pada naracoba yang meminum minuman non-soda. Sementara peminum soda, mendapatkan penambahakan lemak yang paling drastis di tempat-tempat yang tersembunyi dan berbahaya seperti di hati dan tulang.
2. Beralih ke diet soda Tidak Membantu
Ini adalah asumsi yang logis; beralih dari soda yang banyak mengandung gula ke soda tanpa gula. Secara perhitungan kalori, ini bisa membantu Anda. Tapi, ada sebuah penelitian mengejutkan dari University of Texas Health Science Center, soda punya bahayanya tersendiri.
Para ilmuwan memantau 475 orang dewasa yang minum soda diet selama 10 tahun dan menemukan bahwa mereka mengalami peningkatan lingkar pinggang sebanyak 70 persen lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak minum soda apapun.
Angka ini angka yang besar untuk Anda tetap menganggap bahwa soda non gula bisa membantu diet Anda.
3. Beberapa Produk Mengandung Minyak Nabati Brominasi
Eropa dan Jepang telah melarang penggunaan brominated vegetable oil atau BVO (minyak nabati brominasi) karena mengandung senyawa kimia yang menyebabkan tubuh keracunan. BVO biasa digunakan pada beberapa produk di antaranya sebagai penyedap minuman bersoda.
Pada Mei 2014, Coca-Cola dan PepsiCo mengumumkan akan menghapus BVO pada produksi mereka. Pada beberapa produk, Anda perlu mendeteksinya pada label kemasan.
4. Mencemarkan air
Tubuh kita tidak bisa mencerna pemanis buatan, sehingga pemanis itu dibuang oleh tubuh kita. Setelah itu, hasil buangan tersebut mengalir ke saluran air, ke sungai dan diserap tanah dan akhirnya berpotensi mencemari air tanah kita.
Peneliti Swiss menemukan acesulfame K, sucralose, dan sakarin - yang biasanya ada di dalam minuman bersoda - di pabrik pengolahan air, danau, dan sungai di seluruh negeri, ketika mereka melakukan survei pada tahun 2009.
Bahkan, ketika air itu dicobakan untuk menyiram 19 jenis tanaman, ditemukan sucralose pada tiap tanaman itu.
5. Menyebabkan penuaan dini
Minuman bersoda terutama yang manis dapat menurunkan kepadatan tulang Anda, mengikis gigi Anda, dan menyebabkan masalah ginjal. Minuman bersoda baik yang jenis diet atau bukan, biasanya mengandung fosfat.
Sebuah studi pada tahun 2010 yang diterbitkan secara online dalam Journal FASEB menemukan, bahwa tingkat fosfat yang tinggi ternyata menyebabkan tikus yang dijadikan subjek percobaan mati lima minggu lebih cepat dari tikus dengan kadar fosfat yang normal.
namun bagi anda yang sudah kecanduan soda di bawah ini ada ramuan yang rasanya tidak berbeda jauh dari soda.
campur jus murni dengan sparkling water. Anda tetap mendapat efek gelembung seperti soda, tapi tidak bersifat racun.
Kita tahu bahwa soda tidak baik untuk kesehatan, tapi sulit untuk berhenti mengonsumsinya. Namun, fakta-fakta ini akan membantu memutu...
Sunday, November 15, 2015
Manfaat Minum Teh
Apakah Anda termasuk pecinta teh? Berbahagialah bagi anda yang hobi minum teh, karena Dewan Kesehatan di Belanda baru saja menerbitkan pedoman baru yang menyarankan, agar orang-orang minum 3 sampai 5 cangkir teh dalam sehari.
Eert Schoten, juru bicara dewan kesehatan mengatakan, bahwa dalam berbagai literatur ilmu pengetahuan selama 10 tahun terakhir, ada tanda yang jelas bahwa minum teh memberikan efek yang baik untuk kesehatan.
Ia juga mengatakan, meminum 3 sampai 5 cangkir sehari bisa mengurangi tensi darah, diabetes, dan stroke. Itulah alasan kenapa minum teh sangat di anjurkan dalam pedoman tersebut.
Beberapa studi terbaru juga mengatakan, bahwa minum teh jangka panjang sebanyak 3 sampai 5 cangkir berhubungan dengan kurangnya risiko penyakit jantung dan stroke.
Di dalam pedoman tersebut, dikatakan bahwa teh yang diminum haruslah teh yang berwarna hitam atau teh hijau.
Teh hijau memiliki kandungan asam amino bernama theanin yang berfungsi untuk melawan depresi. Kandungan antioksidan dalam teh hijau juga diklaim bisa membantu melawan kanker payudara, paru-paru dan lambung.
Selain itu, satu gelas teh hijau diklaim bisa juga melindungi dari demensia dan Alzheimer’s juga memperbaiki tingkat Kolesterol anda
Apakah Anda termasuk pecinta teh? Berbahagialah bagi anda yang hobi minum teh, karena Dewan Kesehatan di Belanda baru saja menerbitkan ped...
Subscribe to:
Posts (Atom)








